Aturan Penalaran
Sebuah langkah pembuktian boleh dipertanyakan: atas dasar apa langkah itu sah? Setiap aturan di bawah ini adalah satu jawaban yang sah, dengan bentuk formalnya dan jebakan yang paling sering terjadi.
Logika
Menarik kesimpulan dari pernyataan yang sudah ada.
- Modus Ponens2 premis
Kalau implikasinya benar dan syaratnya terpenuhi, akibatnya benar.
- Modus Tollens2 premis
Kalau akibatnya salah, syaratnya pasti salah.
- Silogisme Hipotetisminimal 2 premis
Implikasi boleh dirangkai: dari P ke Q ke R, jadi dari P ke R.
- Kontraposisi1 premis
P → Q sama persis dengan (bukan Q) → (bukan P).
- Pembuktian per Kasusminimal 3 premis
Kalau ada dua kemungkinan dan keduanya menuju hasil sama, hasilnya pasti.
- Reductio ad Absurdum1 premis
Kalau mengingkari P menuju kemustahilan, maka P benar.
Kuantor
Aturan untuk “untuk semua” dan “ada”.
- Instansiasi Universal1 premis
Yang berlaku untuk semua, berlaku untuk satu contoh mana pun.
- Generalisasi Universal1 premis
Kalau berlaku untuk sembarang pilihan, berlaku untuk semua.
- Instansiasi Eksistensial1 premis
Dari “ada yang memenuhi”, beri nama satu contohnya.
- Generalisasi Eksistensial1 premis
Kalau punya satu contoh, berarti “ada” sudah terbukti.
Substitusi
Mengganti sesuatu dengan yang lain yang nilainya sama.
Aljabar
Memanipulasi persamaan tanpa mengubah penyelesaiannya.
Induksi
Membuktikan sesuatu untuk semua bilangan asli sekaligus.
Strategi Pembuktian
Bentuk besar sebuah pembuktian, sebelum langkah pertamanya.
- Bukti Langsungminimal 1 premis
Ambil syaratnya, lalu turunkan akibatnya langkah demi langkah.
- Bukti dengan Kontraposisi1 premis
Buktikan versi kontraposisinya; itu pembuktian yang sama.
- Bukti dengan Kontradiksi1 premis
Andaikan yang ingin dibuktikan salah, lalu cari pertentangan.
- Bukti Pengosongan1 premis
Kalau syaratnya tidak pernah terpenuhi, implikasinya benar begitu saja.
Perpustakaan ini disimpan bersama kodenya, bukan di basis data: jumlahnya jarang berubah, dan setiap perubahan sebaiknya lewat peninjauan.