Logika

Pembuktian per Kasus

Proof by cases (disjunction elimination)

Bentuk

P∨Q,  P→R,  Q→R    ⊢    RP \lor Q,\; P \to R,\; Q \to R \;\;\vdash\;\; R
Premis-premisnya di kiri, dibaca “maka”, dan kesimpulannya di kanan.

Butuh minimal 3 premis.

Kenapa boleh

Kasus-kasusnya harus menghabiskan semua kemungkinan. Kalau ada satu kemungkinan yang tidak dibahas, kesimpulannya belum tentu berlaku.

Contoh

Setiap bilangan bulat genap atau ganjil. Untuk yang genap berlaku n(n+1)n(n+1) genap; untuk yang ganjil juga. Maka n(n+1)n(n+1) selalu genap.

Jebakan

Yang paling sering bocor: daftar kasusnya kurang. “xx positif atau negatif” melewatkan x=0x = 0, dan pada x=0x = 0 hasilnya bisa berbeda.

Dipakai di

Belum ada pembuktian yang memakai aturan ini — daftarnya akan terisi sendiri begitu teorema mulai ditulis, karena setiap langkah mencatat aturan yang dipakainya.

Aturan lain di Logika