Strategi Pembuktian

Bukti dengan Kontradiksi

Proof by contradiction

Bentuk

(¬P→⊥)    ⊢    P(\lnot P \to \bot) \;\;\vdash\;\; P
Premis-premisnya di kiri, dibaca “maka”, dan kesimpulannya di kanan.

Butuh 1 premis.

Kenapa boleh

Bentuk pembuktian yang mengandaikan kebalikannya, lalu menunjukkan pengandaian itu membawa ke kemustahilan. Perhatikan bahwa yang dibuktikan di sini adalah PP langsung, bukan sebuah implikasi.

Contoh

Membuktikan tidak ada bilangan prima terbesar: andaikan ada, sebut pp. Bentuk N=1⋅2⋯p+1N = 1 \cdot 2 \cdots p + 1. Setiap prima ≤p\le p membagi NN dengan sisa 11, jadi NN tidak punya faktor prima — padahal setiap bilangan >1> 1 punya. Pertentangan.

Jebakan

Pertentangannya harus dengan sesuatu yang sudah diterima: premis, definisi, atau hasil yang sudah terbukti. Menemukan hasil yang tidak Anda duga bukan pertentangan.

Dipakai di

Belum ada pembuktian yang memakai aturan ini — daftarnya akan terisi sendiri begitu teorema mulai ditulis, karena setiap langkah mencatat aturan yang dipakainya.

Aturan lain di Strategi Pembuktian